Lomba Karya Tulis Ilmiah "Berbasis Blog" Universitas Wiraraja
PENGEMBANGAN WISATA ATRAKSI BUDAYA “PENCAK
SILAT” SEBAGAI POTENSI WISATA DESA BATUKALANGAN KECAMATAN PROPPO KABUPATEN
PAMEKASAN
OLEH
R. BAGUS AULYA RAKHMATULLAH
NIS. 6772/ TA. 2015
OLEH
MOH. ALI SYAHBANA
NIS. 6743/ TA. 2015
OLEH
HENDRI
NIS. 6646/ TA. 2015
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR
CABANG DINAS PENDIDIKAN WIALAYAH KAB.
PAMEKASAN
UPT SMA NEGERI 4 PAMEKASAN
2017
HALAMAN PERSETUJUAN DAN PENGESAHAN
Setelah
membaca dan mencermati karya ilmiah yang merupakan ulasan hasil penelitian
Penulisan karya ilmiah ini mengikuti LOMBA KARYA TULIS ILMIAH (LKTI) “ BERBASIS
BLOG ” Universitas Wiraraja Sumenep dan sebagai sumber bacaan di
perpustakaan sekolah serta dapat dipakai sebagai perbandingan dalam pembuatan
karya ilmiah bagi teman sejawat juga anak didik pada latihan diskusi ilmiah
dalam rangka pembinaan karya ilmiah remaja oleh:
Nama :
R. BAGUS AULYA RAKHMATULLAH
NIS : 6772 Sekolah : SMA Negeri 4 Pamekasan
Judul : Pengembangan
wisata atraksi budaya “pencak silat” sebagai potensi wisata Desa Batukalangan
Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan.
Nama : MOH. ALI SYAHBANA
NIS : 6743
Sekolah : SMA Negeri 4 Pamekasan
Judul : Pengembangan wisata atraksi budaya “pencak silat” sebagai potensi Desa Batukalangan Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan.
Nama : HENDRI
NIS : 6646
Sekolah : SMA Negeri 4 Pamekasan
Judul : Pengembangan wisata atraksi budaya “pencak silat” sebagai potensi Desa Batukalangan Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan.
Menyetujui dan
mengesahkan untuk mengikuti lomba tersebut.
Pamekasan, 13 Mei 2017
Kepala SMAN 4 Pamekasan
H. MOH. ARIFIN, S. Pd., M. Pd
NIP. 19680608 199001 1 002
A.
Identitas Diri
1
|
Nama
Lengkap (dengan gelar)
|
R.BAGUS AULYA R
|
2
|
Jenis
Kelamin
|
LAKI-LAKI
|
3
|
NISN/NIP.
|
0005726361
|
4
|
Tempat dan
Tanggal Lahir
|
PAMEKASAN, 17-10-2000
|
5
|
E-mail
|
|
6
|
Nomor
Telepon/HP
|
082333488808
|
1
|
Nama
Lengkap (dengan gelar)
|
MOH. ALI SYAHBANA
|
2
|
Jenis
Kelamin
|
LAKI-LAKI
|
3
|
NISN/NIP.
|
0009072678
|
4
|
Tempat dan
Tanggal Lahir
|
PAMEKASAN, 6-11-2000
|
5
|
E-mail
|
-
|
6
|
Nomor
Telepon/HP
|
082337900762
|
1
|
Nama
Lengkap (dengan gelar)
|
HENDRI
|
2
|
Jenis
Kelamin
|
LAKI-LAKI
|
3
|
NISN/NIP.
|
0005982515
|
4
|
Tempat dan
Tanggal Lahir
|
PAMEKASAN, 9-02-2000
|
5
|
E-mail
|
-
|
6
|
Nomor
Telepon/HP
|
-
|
B.
Riwayat Pendidikan
R.BAGUS AULYA RAKHMATULLAH
SD
|
SMP
|
SMA
|
|
Nama Institusi
|
SDN BARURAMBAT KOTA 1
|
SMPN 2 PAMEKASAN
|
SMAN 4 PAMEKASAN
|
Jurusan
|
MIPA
|
||
Tahun Masuk-Lulus
|
2006-2012
|
2012-2015
|
-
|
MOH. ALI SYAHBANA
SD
|
SMP
|
SMA
|
|
Nama Institusi
|
SDN PANEMPAN 1
|
SMPN 8 PAMEKASAN
|
SMAN 4 PAMEKASAN
|
Jurusan
|
MIPA
|
||
Tahun Masuk-Lulus
|
2006-2012
|
2012-2015
|
-
|
HENDRI
SD
|
SMP
|
SMA
|
|
Nama Institusi
|
SDN BATUKALANGAN 1
|
SMPN 2 PROPPO
|
SMAN 4 PAMEKASAN
|
Jurusan
|
MIPA
|
||
Tahun Masuk-Lulus
|
2006-2012
|
2012-2015
|
-
|
Semua data yang saya isikan
dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggung jawabkan
secara hukum. Apabila dikemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan
kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata
ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam Lomba
Karya Tulis Ilmiah 2017.
Pamekasan, 13 Mei 2017
Pamekasan, 13 Mei 2017
Peserta
BAB I
PROFIL DESA
Atraksi Budaya adalah salah satu kegiatan
utama yang bisa diselenggarakan di Desa Wisata Batukalangan. Selain menarik untuk disaksikan,
atraksi-atraksi ini juga merupakan bentuk kepedulian warga desa untuk terus melestarikan
kekayaan budaya daerahnya. Pariwisata budaya sebagai salah suatu kegiatan pariwisata merupakan
jenis pariwisata yang disebabkan adanya daya tarik dari kebudayaan suatu daerah. Pariwisata budaya pada intinya
merupakan jenis pariwisata yang menawarkan kebudayaan yang berupa atraksi budaya baik yang bersifat tangibel atau konkret maupun intangibel atau abstrak, juga yang bersifat living culture
(budaya yang masih berlanjut) dan cultural heritage (warisan budaya masa
lalu), sebagai daya tarik utama untuk menarik kunjungan wisatawan.
Madura merupakan
pulau yang memiliki potensi wisata yang besar dan unik, meliputi wisata
kebudayaan,alam,dan berbagai wisata sejarah salah satunya adalah Kabupaten
Pamekasan. Dalam wisata kebudayaan, di Kabupaten ini memiliki salah satu
potensi dari banyak potensi lainnya yaitu kebudayaan pencak silat yang berada
di Desa Batukalangan. Profil
Desa objek penelitian oleh tim kami adalah sebagai berikut.
Kelurahan / Desa
|
Batukalangan
|
Kecamatan
|
Proppo
|
Kabupaten / Kota
|
Kab. Pamekasan
|
Provinsi
|
Jawa Timur
|
Kode Pos
|
69363
|
Peta Wilayah Kabupaten Pamekasan
Berikut ini Peta Desa Batukalangan Kabupaten Pamekasan.
BAB II
ANALISIS POTENSI PARIWISATA DESA
Pencak Silat merupakan
ilmu bela diri asli dari Nusantara. Dan juga merupakan salah satu warisan
budaya bangsa jenis beladiri yang telah diakui oleh UNESCO. Seni
bela diri merupakan satu kesenian yang timbul sebagai satu cara seseorang
mempertahankan dirinya. Seni bela diri telah lama ada dan pada mulanya ia
berkembang di medan pertempuran sebelum secara perlahan-lahan seni bela diri
mula berkembang dikalangan mereka yang bukan anggota tentera tetapi merupakan
orang awam. Boleh dikatakan seni bela diri terdapat hampir merata di seluru
dunia, setiap negara
mempunyai seni bela diri yang berbeda di setiap wilayahnya. Sebagai contoh seni
silat adalah seni bela diri yang berkembang di negara ASEAN dan terdapat di Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Brunei. Perkembangan teknologi dan komunikasi yang ada pada
masa ini memudahkan perkembangan ide dan seni bela diri tidak hanya berkembang
di daerah asalnya tetapi telah berkembang keseluruh dunia.
Pencak silat atau silat adalah suatu seni bela diri tradisional yang berasal dari Indonesia. Seni bela
diri ini secara luas dikenal di seluruh daerah di Indonesia. Induk organisasi pencak silat di Indonesia adalah Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Organisasi yang mewadahi federasi-federasi
pencak silat di berbagai negara adalah Persekutuan
Pencak Silat Antara Bangsa
(Persilat), yang dibentuk oleh Indonesia, Singapura, Malaysia dan Brunei
Darussalam.
Di tingkat nasional, Olahraga pencak silat menjadi salah satu alat pemersatu
bangsa, bahkan untuk mengharumkan nama bangsa, dan menjadi identitas bangsa. Olahraga
pencak silat sudah dipertandingkan di skala internasional. Di Indonesia banyak
sekali aliran-aliran dalam pencak silat, dengan banyaknya aliran ini
menunjukkan kekayaan budaya masyarakat yang ada di Indonesia dengan nilai-nilai
yang ada didalamnya.
Pariwisata
Edukasi Budaya Perguruan Pencak silat ”GRIF FAJAR” di
Desa Batukalangan Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan memiliki potensi yang
tersembunyi antaralain sebagai berikut.
a.
Kondisi Geogarfis Desa
Desa
Batukalangan Kecamatan Proppo Kabupaten
Pamekasan berada 15 km arah barat laut dari Kecamatan kota, konsep kerterjangkauannya
cukup mudah diakses, kondisi jalan sangat baik namun penerangan jalannya masih
kurang memadai, hampir sebagaian lahan masyarakat di Desa ini ditanami berbagai macam tanaman,
Kondisi lahan yang produktif ini mendorong masyarakat memilki mata pencaharian
yang berbeda-beda yang sebagaian besarnya menjadi petani sebagai mata
pencharian utama. Dengan demikian penerangan jalan menuju desa ini harus
mendapat perhatian khusus dari
pemerintah Kabupaten Pamekasan untuk
mempermudah mobilisasi masyarakat khususnya dalam upaya memperkenalkan kebudayaan pencak silat.
b. Keunggulan
atau Ciri Khas Pencak Silat GRIF FAJAR
Pertama, dari
jurus yang dimiliki perguran “GRIF
FAJAR” tidak dimiliki oleh perguruan lain sedangkan perguruan lain sulit meguasai
jurus yang dimiliki perguruan ini. Kedua, adanya teknik bertarung
di atas meja. Yang ketiga,saat melakukan antraksi pencak silat
selau diiringi oleh alunan musik “saronen” yaitu alat musik khas Madura. Yang ke empat seni
pencak silat perguruan “GRIF FAJAR” memiliki ciri khas yang sangat kental
dengan budaya masyarakat sekitar.
Melakukan wawancara dengan Sekretaris sekaligus pelatih GRIF FAJAR
|
BAB III
RENCANA PENGEMBANGAN POTENSI PARIWISATA DESA
Untuk mewujudkan Desa yang peduli terhadap budaya Pencak silat, maka
diperlukan model pengelolaan Desa yang mendukung
dilaksanakannya pendidikan seni pencak silat oleh seluruh komponen Desa sesuai dengan prinsip-prinsip dasar kegiatan seni
budaya daerah yakni Partisipatif dan Berkelanjutan. Pengembangan Kebijakan Desa yang diperlukan untuk mewujudkan Desa Wisata Edukasi antara lain ;
A. Pengembangan
Kebijakan Desa
a.
Kepala Desa
Dapat dinilai dengan melihat berbagai perubahan positif di desa, Kepala
Desa di harap merupakan yang paling berhasil dalam bidang manajemen perubahan.
Ia mendorong warga untuk lebih kreatif dan memberikan tanggung jawab kepada
masyarakat untuk mengontrol bersama kegiatan tersebut, dan merubah persepsi
yang negative terhadap kegiatan ini termasuk menjaga hubungan baik dengan
perguruan. Beliau mengajak semua pemegang peranan untuk berperan serta dalam
membuat keputusan yang berhubungan dengan persoalan - persoalan desa.
b. Warga
Sikap warga di harapkan meningkat secara jelas dan kehadiran mereka juga
meningkat. Mereka lebih mendukung anak untuk meningkatkan potensinya. Melalui
dorongan Kepala desa, para warga lebih siap mendukung kegiatan kegiatan yang
ingin dikembangkan oleh desa. Ketika hendak melakukan pendekatan baru di
lingkungan masyarakat, para warga bertanggung jawab untuk membuat usaha yang
memadai agar dapat melakukan evaluasi terhadap keefektifan kegiatan Pencak
Silat yang mereka ikuti, agar para anak dapat terhindar dari kegiatan yang
negative di luar lingkungan tempat tinggalnya dengan mengarahkan mereka dengan
pengetahuan dan ketrampilan beladiri yang dimiliki kearah fungsi olahraga yang
sebenarnya.
c. Anak
Sikap anak kelihatannya telah meningkat secara
positif. Mereka memiliki kesempatan untuk meningkatkan ketrampilan mereka dalam
olahraga dan kebudayaan bangsa sendiri. Peran serta siswa di dalam kegiatan
beragamapun di harapkan meningkat pula. Kini para siswa diberi lebih banyak
kesempatan untuk mengenal, mempelajari dan merubah persepsi tentang olah raga
pencak silat yang ternyata layak juga untuk di kembangkan.
d. Orang Tua
Peran serta orang tuapun sangat di yakini meningkat.
Mereka menunjukkan kepeduliannya terhadap progam yang telah diusulkan oleh
desa. Hal ini terjadi karena prestasi ini yang meningkat. Orang tua dan para
warga lainnya bertatap muka untuk membahas kembali krgiatan anak paling sedikit
sekali pada setiap waktu untuk mengevaluasi kepositifan kegiatan ini serta
sejauh mana dapat mempengaruhi prestasi anak tentunya. Sebagian besar orang tua
hanya mendapatkan pendidikan yang terbatas dan mereka menganggap bahwa
pendidikan adalah persiapan untuk membina anak-anak yang di harapkan bagi
bangsa.
B.Pengembangan Kurikulum Berbasis Kebudayaan.
Untuk mewujudkan Desa Peduli dan Berbudaya dapat
dicapai dengan melakukan Pengembangan model pembelajaran Multidisiplin.
a. Pengembangan
metode belajar berbasis lingkungan dan seni budaya,
b. Pengembangan kegiatan
untuk peningakatan keterampilan anak yang mengikuti perguruan silat.
c. tentang seni pencak
silat sebagai seni tradisional daerah.
BAB IV
KESIMPULAN
Atraksi Budaya adalah salah satu kegiatan utama yang bisa diselenggarakan di Desa Wisata Batukalangan. Selain menarik untuk disaksikan, atraksi-atraksi ini juga merupakan bentuk kepedulian warga desa untuk terus melestarikan kekayaan budaya daerahnya. Pariwisata budaya sebagai salah suatu kegiatan pariwisata merupakan jenis pariwisata yang disebabkan adanya daya tarik dari kebudayaan suatu daerah. Pariwisata budaya pada intinya merupakan jenis pariwisata yang menawarkan kebudayaan yang berupa atraksi budaya baik yang bersifat tangibel atau konkret maupun intangibel atau abstrak, juga yang bersifat living culture (budaya yang masih berlanjut) dan cultural heritage (warisan budaya masa lalu), sebagai daya tarik utama untuk menarik kunjungan wisatawan.
Madura merupakan pulau yang memiliki potensi wisata yang besar dan unik, meliputi wisata kebudayaan,alam,dan berbagai wisata sejarah salah satunya adalah Kabupaten Pamekasan. Dalam wisata kebudayaan, di Kabupaten ini memiliki salah satu potensi dari banyak potensi lainnya yaitu kebudayaan pencak silat yang berada di Desa Batukalangan Pencak Silat merupakan ilmu bela diri asli dari Nusantara. Dan juga merupakan salah satu warisan budaya bangsa jenis beladiri yang telah diakui oleh UNESCO. Seni bela diri merupakan satu kesenian yang timbul sebagai satu cara seseorang mempertahankan dirinya. Seni bela diri telah lama ada dan pada mulanya ia berkembang di medan pertempuran sebelum secara perlahan-lahan seni bela diri mula berkembang dikalangan mereka yang bukan anggota tentera tetapi merupakan orang awam. Boleh dikatakan seni bela diri terdapat hampir merata di seluru dunia, setiap negara mempunyai seni bela diri yang berbeda di setiap wilayahnya. Sebagai contoh seni silat adalah seni bela diri yang berkembang di negara ASEAN dan terdapat di Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Brunei. Perkembangan teknologi dan komunikasi yang ada pada masa ini memudahkan perkembangan ide dan seni bela diri tidak hanya berkembang di daerah asalnya tetapi telah berkembang keseluruh dunia.
Untuk mewujudkan Desa yang peduli terhadap
budaya Pencak silat, maka diperlukan model pengelolaan Desa yang mendukung dilaksanakannya pendidikan seni pencak
silat oleh seluruh komponen Desa sesuai dengan
prinsip-prinsip dasar kegiatan seni budaya daerah yakni Partisipatif dan
Berkelanjutan. Pengembangan Kebijakan Desa yang diperlukan
untuk mewujudkan Desa Wisata Edukasi tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
http://atymaryaty.blogspot.co.id/2015/02/perencanaan-pengembangan-seni-budaya.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Pencak_silat
Kristian, 2013, Strategi Pengembangan Wisata Agro Wonosari,(online) diakses tanggal 3 Mei 2017, Jurnal, Hlm 3,
Soemarwoto, Otto. 1994. Menjaga Keseimbangan Lingkungan (ESD-Approuch) . Jakarta: Wahana Pustaka





Komentar
Posting Komentar